Selasa, 19 Juli 2011

Mengenang Proses Kelahiran Anak Ke-3

Yaaaaaah......

Sudah lama sekali tidak posting blog..
Apalagi setelah kelahiran anak ketigaku yang kebetulan perempuan, sangat sibuk sekali mengurusi bayiku, yang kita dinamai oleh Bapaknya Rana Sashiqeerana.

Rana Sashiqeerana, aku memanggilnya "kiran" adalah seorang baby yang lucu, sehat dan pintar. Sekarang aku ingin mengenang saat saat melahirkan kiran, my baby girl.

Pada waktu itu, usia kehamilanku memasuki usia 38 minggu, hari jum'at tanggal 21 januari 2011, rasanya banyak sekali pekerjaan yang harus aku lakukan. Mulai pekerjaan rutinitas sehari hari, dan sebagainya. Jumat siang kira kira pukul 2 siang, aku pergi untuk mengurus pekerjaan dengan suami. tiba tiba pukul 4, pembantu rumah menelepon kalau hujan deras membuat saluran air di rumah meluap, dia kewalahan di rumah, sedangkan anak anak sedang les bersama teman temannya di rumah juga. Akhirnya aku dan suami buru buru pulang ke rumah. Waktu itu hujan sudah reda, bekas air kotor yang masuk ke rumah masih tersisa sedikit, pembantu rumah pulang karena dia pulang sore hari.

Suami meminta aku untuk mengepel lantai bekas terkena saluran air. Aku langsung membersihkan sisa sisa air, kemudian mengepelnya, setelah itu barang barang yang terkena saluran air yang kotor itu, yang kebetulan baju baju yang belum diseterika, aku rendam dalam ember besar, karena sudah kotor. Yaaaah pekerjaan itu aku lakukan sampai kira kira maghrib. Setelah mandi, aku pengin wedang jahe di depan rumah yang jualan. Karena aku lagi sedikit batuk, setelah browsing ada yang memberi tahu kalau wedang jahe gula jawa bagus untuk meredakan batuk buat ibu hamil. Langsung segelas wedang jahe habis.

Setelah minum wedang jahe segelas, kemudian ke kamar anak anak sambil melihat dan membimbing mereka mengerjakan pr nya. Sambil tiduran di tempat tidur anak anak aku membentu mereka mengerjakan pr mereka. Tiba tiba air ketuban pecah...pyaaaar, panik rasanya karena dua kelahiran anakku terdahulu tidak dibarengi pecah ketuban terlebih dahulu. Langsung aku bilang anakku suruh mmanggil bapaknya yang kebetulan lagi santai di kamar depan baca baca komik, maklum suamiku suka baca komik anak anak dan remaja. Melihat air ketuban pecah, langsung aku bersiap ke rumah sakit bersama suamiku, anak anakku tak suruh pergi ke rumah embahnya yang kebetulan tidak jauh dari rumah. Mereka sepertinya tahu keadaanku lagi genting dan panik. Waktu itu sekitar pukul 8 malam, agak hujan rintik rintik.

Anak anak untungnya tidak banyak rewel karena mereka mengerti betul keadaanku. Sepertinya mereka mengetahui kalau adiknya mau lahir. Sebenarnya aku belum merasakan kontraksi atau sakit atau gimana, tetapi karena air ketuban pecah jadinya radha panik sedikit. Langsung aku dan suami pergi ke Happyland Medical Centre tempat aku selama ini memeriksakan kehamilanku.

Sampai di Rumah Sakit, aku masuk di UGD, belum merasakan kontraksi apa apa, belum merasakan sakit, tetapi aku harus tiduran karena kalau bangun pasti air ketuban keluar terus. Suster kemudian menghubungi dokter SPOG ku, yaitu Dokter Rukmono, SpOG., the coolest dokter SpOG, hehehehee..... Dokter menganjurkanku untuk menunggu selama 8 jam, jika selama 8 jam aku tidak mengalami kontraksi maka kemungkinan akan diinduksi. Tetapi kalau selama 8 jam aku kemudian mengalami kontraksi maka berarti memamg saatnya lah anakku akan lahir.

Kemudian aku dibawa ke kamar, untuk istirahat, kontraksi belum terasa. Agak tegang rasanya, walaupun sudah tidak panik lagi. Aku bisa tidur sebentar sebentar. Kira kira pukul 4 pagi aku mulai merasakan kontraksi walaupun baru sedikit. Setelah itu kontraksi mulai bertambah intensitas dan rasanya. Pukul 6 pagi kontraksi sudah bener bener terasa, dokter sudah dihubungi. Pukul 7 pagi Dokter Rukmono belum datang, rasanya sudah mau keluar aja nih bayi. Benar benar ini proses kelahiran terlama selama aku melahirkan 3 kali. Anak anak laki laki ku alhamdulillah prosesnya cuma sebentar sebentar saja.

Akhirnya tanggal 22 januari 2011 pukul 7.50 pagi anak cewekku lahir dengan selamat, sehat dan normal. Wow benar benar merasakan sesuau yang lain. Setelah dibersihkan seadanya, aku dan bayiku melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) anakku ditengkurapkan di dadaku. Rasanya senang sekali anakku ada di dekapanku. Dia mengusap ngusap dadaku dengan mulut dan hidungnya...hehhehe....

Begitulah kenanganku melahirkan anak ketiga, my baby kiran...Mungkin ini bisa membuatku ingat sampai nanti...

Henny Damastuti

Tidak ada komentar:

Posting Komentar